Ku ingin penuhi pintamu..

Nunggu apa? Nunggu siapa? Figur seperti apa? yang gimana? kapan lagi? sampai kapan? kalo yang sempurna ga akan ada, mau seperti yang kita mau ya susah, dan sederet pertanyaan yang terus menerus lewat dan kutanggapi dengan 'peace'. Apakah mereka tau bahwa jiwa ini berguncang kuat ketika pertanyaan-pertanyaan sampai di telingaku. Yang lebih membuatku tertunduk dan meneteskan air mata adalah ketika pertanyaan itu tidak langsung dilontarkan padaku, tapi pada orang yang selama ini mengorbankan segalanya untukku dan menjagaku sejak aku mengenal dunia ini. Rasanya aku hanya bisa diam seribu bahasa ketika semua itu menjadi 'resah' tersendiri bagi beliau.

Bunda... maafkan diri ini yang lebih banyak memberi warna resah dalam hidupmu, maafkan jika aku selalu membebani fikirmu, meresahkan tidurmu. Jika saja hati ini bisa bicara, dia akan lebih jujur tunjukkan apa yang menjadi fikirku, fikirmu, fikir kita. Aku paham engkau sembunyikan sedihmu agar bahagia jiwaku. Berbagai sindiran dan ungkapan tak bertanggung jawab, engkau tetap sabar, berteman sholat, puasa dan tawakkalmu padaNya.

Bunda.. tak ada setitikpun kerelaan membiarkan setetes air mata mengalir di pipimu, tak ingin kubiarkan air itu berlinang. Aku sedang memperjuangkan hidupku bunda. Aku ingin melihatmu bahagia. Maafkan hatiku yang telah takluk oleh satu hati. Bukan inginku, tapi jiwaku. Berkali kutepis, tapi aku rapuh..

Bunda.. bukan maksudku untuk tidak indahkan inginmu. Aku sedang berfikir yang terbaik untuk hidupku. Andai saja engkau paham apa yang sebenarnya terjadi... Biarlah kutanggung sendiri semua ini dan aku tak ingin engkau rasakan apa yang aku rasakan.

Bunda...
Jika saja dulu... aku selalu mengingat semua pesanmu, aku selalu ikuti saran dan nasehatmu, semua ini takkan jadi se pelik ini. Semua telah terjadi dan aku hanya bisa berharap semua akan membaik walau harapan itu pun sangat tipis. Hanya padaNya aku bisa berserah, karna Dia lah yang paling tau tentang hidup ini, teriakan hati ini, perih jiwa ini, dan semua yang ada dalam fikirku...

Bunda...
Padamu kubersimpuh, maafkan nanda bunda...
Semoga aku bisa berikan jawaban tanyamu sebelum engkau benar-benar tak lagi bisa memberiku nasehat dan pinta...


Dedicated to:
My beloved mother
The most inspiring woman in my life
Orang yang sangat sabar dan selalu tabah menjalani hidup ini