Sepekan menjelang Ramadan, ada perasaan resah yang menyelinap dalam batin Sandy Indra Pratama, 29 tahun. Lelaki bertubuh subur ini mengaku hampir selalu pulas tak lama setelah makan sahur tuntas. Ketika terbangun, karyawan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta Selatan ini kerap merasa kering dan panas di kerong-kongannya. "Seperti mau keselek," kata Sandy.
Tidur setelah sahur memang jamak dilakukan orang pada bulan puasa. Namun dokter spesialis penyakit dalam, Ari Fahrial Syam, memberi saran sebaiknya hal itu tidak dilakukan. "Karena makanan belum dicerna dan malah bisa berbalik dari lambung ke kerongkongan (atau biasa disebut refluks) karena pengaruh gravitasi," kata dia ketika dihubungi, Jumat lalu.
Jika refluks terjadi, Ari melanjutkan, asam lambung akan naik dan melukai kerongkongan. Karena mengalami luka, kerongkongan akan terasa panas seperti terbakar, dan mulut pun terasa pahit.
Dia punya cara untuk menyiasati kemungkinan terjadinya refluks asam lambung ini. "Dengan cara tidur setengah duduk atau tidur menggunakan bantal yang tinggi," kata Ari.
Namun dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu lebih menyarankan orang yang berpuasa tidak tidur setelah bersantap sahur. "Sebenarnya kan percuma tidur, paling cuma satu jam," katanya. Ideal-nya, ia menambahkan, seseorang boleh tidur dua jam setelah makan. "Tapi masih bisa ditolerir tidur satu jam setelah makan," kata Ari.
Makanan yang sukar dicerna, Ari melanjutkan, adalah makanan yang terlalu berlemak. Keju dan minyak dalam jumlah banyak akan memerlukan waktu dua jam untuk dicerna. Sedangkan nasi dengan sayur berkuah atau telur dan ikan rebus biasanya memerlukan waktu satu jam untuk dicerna.
Agar lambung punya cukup waktu untuk mencerna santapan sahur, peraih Young Clinician Award pada World Congress of Gastroenterology Bangkok 2002 itu menyarankan orang yang berpuasa makan sekitar satu jam sebelum waktu imsak. "Jam 3-an sudah makan makanan padat. Jangan mepet-mepet waktu imsak," katanya.
Barulah mendekati waktu imsak, menu dilanjutkan dalam bentuk camilan, buah-buahan, dan minum air putih. Dengan cara ini, ketika tidur, makanan sahur telah dicerna dan terhindar dari refluks. Seusai salat subuh, jika memang sangat mengantuk, orang yang berpuasa dianjurkan tidur sebelum beraktivitas.
Ari juga menjelaskan bahwa nutrisi yang paling diperlukan manusia secara garis besar adalah karbohidrat, protein, dan lemak. Untuk santapan sahur, ia sarankan agar makan nasi, kentang, dan ubi sebagai sumber karbohidrat. Untuk protein,daging, ikan, dan telur bisa menjadi pilihan. Lemak dapat diperoleh dari minyak dan daging ayam negeri.
Namun, Ari mengingatkan, orang yang berpuasa untuk menghindari makanan yang mengandung lemak berlebih saat sahur karena susah dicerna. Demikian pula konsumsi susu. Bagi yang berusia di atas 30 tahun, sebaiknya memilih susu rendah lemak atau bahkan tanpa lemak.
Konsumsi cairan yang dianjurkan Ari adalah jus buah-buahan, seperti mangga atau jeruk, karema menyediakan vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh. “Tapi jangan pakai gula atau susu,” kata Wakil Sekjen Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia itu.
Selengkapnya...
Tidur setelah sahur, bolehkah?
resah,,,
lama sudah tak menulis...
semakin banyak menyimpannya di hati..
tapi,, lama2 mumet juga,,
semakin hari semakin berat
ntah kemana akan dibawa..
ujian ini masih panjang rupanya...
aku merindukanmu, aku ingin bersandar meski sekejap,,
salahkah aku masih memiliki keinginan itu?
tak pernah hilang dari benakku,,
semua kisah, semua cerita, semua yang pernah kita lalui bersama,,
aku merasa hidupku tak bermakna..
tanpa pegangan, tanpa tau arah tujuan,,
tanpa kutau arah melangkah
aku rindu masa-masa itu
aku rindu kala itu
ntahlah,,,,
Selengkapnya...
Indahnya Cinta Suci,,,
(Copas dr note teman) Pagi itu klinik sangat sibuk.... Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Saya menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi. Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Saya merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang saya sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, saya putuskan untuk melakukannya sendiri.Sambil menangani lukanya, saya bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.Lalu saya bertanya apakah istrinya akan marah kalo dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Saya sangat terkejut dan berkata, Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi? Dia tersenyum sambil tangannya menepuk tangan saya dan berkata, Dia memang tidak mengenali saya, tetapi saya masih mengenali dia, kan? Saya terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tangan saya masih tetap merinding, Cinta kasih seperti itulah yang saya mau dalam hidupku.Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi,yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.Bagi saya pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting:"Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, melainkan mereka dapat berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki...."(Semoga bermanfaat juga cerita ini untuk teman2 lain…. Selengkapnya...
Long time no seee
Lama sudah tak mampir ke sini. Ntah sibuk, ntah apa. Life doesn't change anyhow.. Remain still..
Hampir satu tahun berkiprah menjadi abdi negara. Begini rupanya rasanya. Banyak hal yang akhirnya harus diendapkan dalam-dalam. Selain ego personal yang kadang membuncah ga karuan..
Masih berkutat dengan pekerjaan dari awal. Publikasi. Banyak tau akhirnya, karna sebuah keharusan membaca untuk bisa bercerita pada mereka... itulah tugasku..
Menyampaikan pesan melalui gambar...
Mudah2an betah ya.. ntah sampai kapan akan bertahan...
Selengkapnya...
Melihat buku 'Budaya Bahari', karya Djoko Pramono
"Barang siapa menguasai lautan akan menguasai perdagangan, akan menguasai kekayaan dunia dan akhirnya akan menguasai dunia", ungkap Sir Walter Raleigh pada sekitar abad XV. Nusantara sejak abad VII pada masa kerajaan Melayu sampai dengan abad XIV pada masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur telah menguasai perdagangan melalui lautan. Namun, kondisi ini tidak bertahan lama di Nusantara, bukan kemajuan namun semakin berkurangnya pemanfaatan aset ini. Ini menjadi alasan Djoko Pramono dalam menulis buku ini.
Buku ini membahas aspek-aspek yang berkaitan dengan laut. Penulis mengulas bagaimana besarnya pengaruh dan kekuatan pemanfaatan kekayaan bahari untuk kemajuan suatu bangsa. Bangsa Indonesia adalah bangsa maritim terbesar di dunia, ini berarti bahwa Indonesia berpotensi menjadi penguasa dunia, jika memanfaatkan aset ini secara benar dan tepat. Wilayah perairan Indonesia ±7,9 juta km2. Panjang pantai yang mengelilingi seluruh kepulauan nusantara adalah 81.000 km. Penduduk yang hidup di kawasan pantai dan laut kurang lebih 40 juta orang. Penulis memaparkan perjalanan sejarah Nusantara sejak zaman purbakala, termasuk zaman batu yakni sejak 10.000 SM. Bagaimana kehidupan di Nusantara dari dulu bersandar pada kekuatan laut. Banyak bukti sejarah yang menunjukkan hal ini, termasuk bekas kerajaan Marina, prasasti-prasasti, tinggalan perahu-perahu kuno, ukiran pada candi dan lain sebagainya. Penulis melihat bahwa potensi ini banyak ditinggalkan oleh bangsa Indonesia, padahal ini merupakan aset terbesar Indonesia. Dalam buku ini terlihat bagaimana aspek Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya sangat erat kaitannya dengan laut. Dari sisi politik, sejak zaman dulu kita telah melakukan hubungan diplomasi antar bangsa melalui laut. Sejarah juga menunjukkan bahwa sebab yang signifikan antara pola-pola keruntuhan kerajaan-kerajaan di Jawa dan luar Jawa. Kerajaan-kerajaan Jawa, yang kebanyakan mengandalkan dua pilar (kekuatan laut dan agraris), justru mengalami keruntuhan yang disebabkan oleh kemelut perebutan kekuasaan di dalam kerajaan sendiri. Sedangkan keruntuhan kerajaan-kerajaan di luar Jawa adalah karena hanya bertumpu pada satu pilar saja (kekuatan laut). Ini menunjukkan bahwa kerajaan di luar Jawa tidak memanfaatkan secara optimal politik bahari, sementara kerajaan di Jawa runtuh karna ketamakan akan kekuasaan. Terlepas dari dinamika budaya politik bahari yang ditandai oleh puncak kejayaan dan keruntuhan kerajaan-kerajaan besar di Nusantara, buku ini menceritakan banyak bukti sejarah tentang kejayaan anak bangsa Indonesia di laut. Ini ditunjukkan dari kemampuannya melakukan ekspansi pelayaran menjelajahi samudra, mulai dari wilayah Nusantara sampai Mancanegara. Dari sisi ekonomi, kelautan Indonesia merupakan jalur pelayaran perniagaan dunia. Ini tidak hanya berlangsung saat ini, namun telah sejak lama, bahkan jauh sebelum bangsa lain mengenal pelabuhan. Wilayah Nusantara pernah menjadi primadona para pedagang internasional, banyak kapal dagang yang berlabuh di wilayah Nusantara dan ini dimanfaatkan dengan baik oleh bangsa Indonesia saat itu. Ini memperlihatkan bahwa perdagangan lewat laut ternyata tidak hanya dikuasai oleh segelintir pemodal/pemilik kapal, namun justru juga menjangkau masyarakat bawah untuk turut berperan melalui penjualan komoditas hasil pertanian. Interaksi positif antara pola pertanian daerah pedalaman dengan perdagangan bahari internasional telah menyebabkan bandar dagang di sekitar pelabuhan menjadi arena pasar tempat transaksi jual-beli pedagang luar dengan masyarakat lokal. Anak bangsa Nusantara dengan giat bekerja mengolah lahan pertanian dan memanfaatkan laut sebagai jalur perdagangan komoditas pertanian menuju mencanegara. Fenomena ini harusnya dapat dipertahankan untuk kemajuan ekonomi rakyat. Dari sisi sosial dan budaya, Nusantara memiliki kekayaan yang luar biasa. Dalam buku ini diceritakan tentang budaya suku-suku laut di Nusantara, bagaimana mereka bersahabat dengan alam, kekuatan mereka dalam mempertahankan budaya nenek moyang dan kearifan lokal yang menjadi acuan dalam bertindak sehari-hari. Kehidupan sosial masyarakat yang hidup dari laut, juga dipaparkan penulis dalam buku ini. Banyak informasi tentang kekayaan kehidupan alam laut Nusantara yang semakin hari semakin hilang karena kehidupan modern yang lebih cepat berkembang di tengah masyarakat. Dalam bab terakhir ini, penulis menuliskan tentang suku-suku yang mendiami wilayah pesisir dan laut Nusantara, seperti suku Tidung di Kalimantan Timur, suku Talaud di Sulawesi, suku orang Bajau di Makassar, suku Orang Ameng Sewang di Belitung, suku Orang Sekak di Bangka, suku Orang Bugis di Sulawesi, suku Orang Tabati di Irian, suku Orang Ambon di Maluku, suku Orang Mbojo di Nusa Tenggara Barat, dan beberapa suku laut lainnya. Buku ini sangat bermanfaat untuk menjadi referensi perkembangan kekuatan bahari. Bagaimana sejarah telah menunjukkan bangsa Indonesia bisa maju dengan kekayaan alam lautnya. Bagi penggemar sejarah laut Indonesia, buku ini adalah pilihan yang tepat. Buku ini harusnya dibaca oleh para pemimpin negeri agar dapat mengambil hikmah dari sejarah dan menerapkannya dalam pengambilan kebijakan-kebijakan kelautan. Buku ini menggugah dan mengingatkan pembaca, bahwa Indonesia merupakan wilayah yang sangat strategis untuk menguasai dunia, tinggal bagaimana kearifan masyarakat dan para pengambil kebijakan dalam menyikapi kekayaan laut ini, atau kita akan meninggalkan aset ini dalam catatan sejarah saja, tanpa menjadikannya sebagai kekayaan. Potensi ini telah banyak ditinggalkan oleh bangsa kita, dan bukan tidak mungkin, sebaliknya akan menjadi ancaman bagi kita.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Selengkapnya...
Papa,,,
siang ini, tak kuasa aku menahan bulir airmataku,,hufffhh, Papa,,, mengapa dirimu terlihat begini? Betapa aku mengenalmu sebagai seorang yang kuat, tak kenal lelah, mandiri, pekerja keras, humoris, penuh optimisme, ceria dan cerdas...Kini,,, engkau begitu lunglai, terbaring lemah tak berdaya, separuh tubuhmu tak lagi seperti dulu,, bahkan tak lagi mampu berdiri,,, engkau menjadi sagat tergantung pada orang lain,, tak lagi melihat dunia luar dan menghabiskan waktu hanya di tempat tidurmu.... banyak kalimat yang terkadang tak mampu engkau cerna,,, kemampuan komunikasipun menurun,, Papaku sayang,,,Maafkan aku yang terkadang membuatmu sedih,,, maafkan jika terkadang aku membuatmu emosi,, aku yang terkadang mengabaikanmu.. Dan maafkan aku belum mampu menjadi seperti yang engkau harapkan,,,Semoga Allah memberikanmu kekuatan, kesabaran dalam menanggung semua sakitmu,, semoga Dia yang maha segalanya memberikanmu kesembuhan... Seperti dulu lagi.. Kami merindukan masa-masa indah itu... Kami rindu ceriamu.. kami rindu ungkapan-ungkapan tegasmu,,, Berikan kasihMu ya Allah,, kepada beliau...Amien,,,
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Selengkapnya...
............ Lagi
Kuingin kau tau.... Isi di hatiku..
Mgkn isi kepala juga. Karna banyak orang yang hati dan kepalanya alias otaknya tak sejalan. Begitu juga dgn aku mgkn,,,, logikaku telah marah, dan butuh kejelasan, tapi hatiku begitu berat utk bisa memutuskan... Tapi sampai kapan?? Hanya terus begini? Dengan segala tanya, ketidakjelasan, keperihan, ketertindasan,,,, air mata bunda, keluhan papa,,, blm suara-suara yang tak bertanggung jawab... Sementara? Aku tak mampu menjawab apapun,,,,,
Aku harus mengalahkan egoku,,, untuk milikinya,,, dia tidak tercipta untukku,,, tidak,,, aku harus sadari itu... Dia milik orang lain,,, dan logikaku berkata bahwa ini bukan jalanku.... Tapi kenapa hati berat lepaskannya??
I CAN!! Yes, I CAN!!
Harus bisa. Dan harus bersikap. Tak sedikitpun keseriusan tersirat, tak ada rencana masa depan, aku tak pernah ada.... Aku hanya hiasan,,, yang hanya harus ada ketika dibutuhkan....
Aku tidak dimanusiakan,,,, aku..... Tidak dihargai, aku tidak dimuliakan, aku bahkan tak punya harga....
Lalu, apalagi???
Ntah apa yang bisa membuatmu berfikiran bersih, punya rasa menghargai,,,,, bertanggung jawab.... dan bisa lebih membuka mata dan sadar,,,,,
Semoga suatu saat ini bisa terjadi....
Meski engkau tak harus untukku...
Akankah aku kuat?? Akankah aku mampu? Ya, Aku MAMPU, harus mampu untuk masa depan lebih baik....
Bismillah.... Ya Allah,,, berikan jalan terbaik dan tempat berbagi terbaik dalam hidup ini,,, untuk benar2 menggapai ridloMU,,,, Amien ya Robbal Alamien,,,.....
'Grave'
Dalam sunyi
Powered by Telkomsel BlackBerry®fullpost">
Selengkapnya...
Ga tau lagi
Lagi2 kata yang sama 'PROSES'. Proses macam apalagi yah? Bukankah dari dulu sudah berproses? Proses seperti apa? Ada ga yah, excuse yang lebih bagus, drpd sekedar kata 'proses' terus?? Sebenarnya punya hati ga yah? Kira2 kalau sendirinya merasakan gimana jadi org yang mengalami.... Piyyyuuuuhhhhhh,,,,,,
Ga tau lagi harus gimana..
Ga tau lagi hrs berbuat apa,,,
Ga tau juga hrs memutuskan apa..
Tapi hrs mengambil sikap... Daripada harus jadi pesakitan untuk waktu yang ntah sampai kapan...
Sabar? Rasanya sudah cukup sabar...
Waktu juga yang telah menunjukkan semua..
Cuma permainan kotor seorang manusia yang tak punya perasaan...
Yang begitu ego memikirkan kebahagiaan sendiri,,,
Semoga sukses dengan diri sendiri...
Semoga kutemukan jiwa yang tenang dan damai...
Yang membawaku ke ketenteraman yang benar...
Pada kedamaian yang diimpikan,,,
pada hidup yang penuh bahagia dan tawa dalam ridloNYA.... Amien ya Allah....
'Di sudut kamarku yg tak terawat'
Grave girl
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Selengkapnya...
