Papa,,,

siang ini, tak kuasa aku menahan bulir airmataku,,hufffhh, Papa,,, mengapa dirimu terlihat begini? Betapa aku mengenalmu sebagai seorang yang kuat, tak kenal lelah, mandiri, pekerja keras, humoris, penuh optimisme, ceria dan cerdas...Kini,,, engkau begitu lunglai, terbaring lemah tak berdaya, separuh tubuhmu tak lagi seperti dulu,, bahkan tak lagi mampu berdiri,,, engkau menjadi sagat tergantung pada orang lain,, tak lagi melihat dunia luar dan menghabiskan waktu hanya di tempat tidurmu.... banyak kalimat yang terkadang tak mampu engkau cerna,,, kemampuan komunikasipun menurun,, Papaku sayang,,,Maafkan aku yang terkadang membuatmu sedih,,, maafkan jika terkadang aku membuatmu emosi,, aku yang terkadang mengabaikanmu.. Dan maafkan aku belum mampu menjadi seperti yang engkau harapkan,,,Semoga Allah memberikanmu kekuatan, kesabaran dalam menanggung semua sakitmu,, semoga Dia yang maha segalanya memberikanmu kesembuhan... Seperti dulu lagi.. Kami merindukan masa-masa indah itu... Kami rindu ceriamu.. kami rindu ungkapan-ungkapan tegasmu,,, Berikan kasihMu ya Allah,, kepada beliau...Amien,,,
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Selengkapnya...

............ Lagi

Kuingin kau tau.... Isi di hatiku..
Mgkn isi kepala juga. Karna banyak orang yang hati dan kepalanya alias otaknya tak sejalan. Begitu juga dgn aku mgkn,,,, logikaku telah marah, dan butuh kejelasan, tapi hatiku begitu berat utk bisa memutuskan... Tapi sampai kapan?? Hanya terus begini? Dengan segala tanya, ketidakjelasan, keperihan, ketertindasan,,,, air mata bunda, keluhan papa,,, blm suara-suara yang tak bertanggung jawab... Sementara? Aku tak mampu menjawab apapun,,,,,

Aku harus mengalahkan egoku,,, untuk milikinya,,, dia tidak tercipta untukku,,, tidak,,, aku harus sadari itu... Dia milik orang lain,,, dan logikaku berkata bahwa ini bukan jalanku.... Tapi kenapa hati berat lepaskannya??

I CAN!! Yes, I CAN!!
Harus bisa. Dan harus bersikap. Tak sedikitpun keseriusan tersirat, tak ada rencana masa depan, aku tak pernah ada.... Aku hanya hiasan,,, yang hanya harus ada ketika dibutuhkan....
Aku tidak dimanusiakan,,,, aku..... Tidak dihargai, aku tidak dimuliakan, aku bahkan tak punya harga....
Lalu, apalagi???

Ntah apa yang bisa membuatmu berfikiran bersih, punya rasa menghargai,,,,, bertanggung jawab.... dan bisa lebih membuka mata dan sadar,,,,,
Semoga suatu saat ini bisa terjadi....
Meski engkau tak harus untukku...

Akankah aku kuat?? Akankah aku mampu? Ya, Aku MAMPU, harus mampu untuk masa depan lebih baik....
Bismillah.... Ya Allah,,, berikan jalan terbaik dan tempat berbagi terbaik dalam hidup ini,,, untuk benar2 menggapai ridloMU,,,, Amien ya Robbal Alamien,,,.....

'Grave'
Dalam sunyi
Powered by Telkomsel BlackBerry®fullpost">

Selengkapnya...

Ga tau lagi

Lagi2 kata yang sama 'PROSES'. Proses macam apalagi yah? Bukankah dari dulu sudah berproses? Proses seperti apa? Ada ga yah, excuse yang lebih bagus, drpd sekedar kata 'proses' terus?? Sebenarnya punya hati ga yah? Kira2 kalau sendirinya merasakan gimana jadi org yang mengalami.... Piyyyuuuuhhhhhh,,,,,,

Ga tau lagi harus gimana..
Ga tau lagi hrs berbuat apa,,,
Ga tau juga hrs memutuskan apa..
Tapi hrs mengambil sikap... Daripada harus jadi pesakitan untuk waktu yang ntah sampai kapan...

Sabar? Rasanya sudah cukup sabar...
Waktu juga yang telah menunjukkan semua..
Cuma permainan kotor seorang manusia yang tak punya perasaan...
Yang begitu ego memikirkan kebahagiaan sendiri,,,
Semoga sukses dengan diri sendiri...

Semoga kutemukan jiwa yang tenang dan damai...
Yang membawaku ke ketenteraman yang benar...
Pada kedamaian yang diimpikan,,,
pada hidup yang penuh bahagia dan tawa dalam ridloNYA.... Amien ya Allah....

'Di sudut kamarku yg tak terawat'
Grave girl
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Selengkapnya...

tidak harus pakai judul

Hidup... Begitu rumitnya...
Untuk menulis ini pun aku males.. Banget. Shubuh ini terjaga dan ingatan tertuju pada seseorang yang empat tahun belakang mengisi hidupku.. Ketidakjelasan,, ketertekanan... Kemarahan... Kebencian dan yang tak bisa dipungkiri, kasih sayang.. Telah bercampur baur menjadi satu...
Kenapa kisah ini begitu rumit? Kenapa kisah ini tidak seperti kisah2 indah lainnya? Kenapa pada akhirnya harus seperti ini? Kesia-siaan telah menjadi nyata,,, segala yang dilakukan telah tidak ada harganya...
Semua hanya berujung tangis.. Perih di segala sisi... Jiwa aku hampa.. Tak tau harus merasa apa... Aku benar2 labil... Kemana hendak ku utarakan segala resah ini selain padaMU ya Allah? Tersimpuh aku menangis di hadapanMU... Aku dhoif.. Aku rapuh...salahkah jika aku pun ingin bahagia? Seperti mereka? Seperti org2 yang dengan segala senyum dan tawa mengisi hari2nya?
Bunda....
Maafku atas segala dosa... Segala keputusan yg telah mengecewakanmu... Seandainya engkau tau bunda.. Bagaimana perih ini.. Bagaimana perjuangan ini.. Bagaimana jiwa ini... Andai engkau tau bunda... Penderitaan bathin ini.. Tak sanggup jika lagi2 harus melihatmu menangis... Hati ini telah tak berbentuk..
Selengkapnya...

Forgive me...

It's not my desire..
It's not even an intention...
It's all by nature that I am like this lately..

turn to my desperation..
beyond all hopes and wishes
hope someday it will change
either better or worse

deep inside my heart
I want all the best for ours
but all process force me to be,,,
in this decision

ignorance
longing of trust
meaningless things
and no where destination

forgive me...
again,,,
forgive me for everything..
just let me deal it myself
with my own feeling and heart....


Selengkapnya...

Kalangan Medis Terbelah Sikapi Quran di Tubuh Bayi


Jakarta - Fenomena munculnya ayat Alquran di tubuh bayi asal Rusia Selatan, Ali Yakubov disikapi beragam. Pihak kedokteran ada yang menganggap hal itu sebagai suatu hal yang murni ajaib. Namun ada pula yang menganggapnya sebagai suatu hal yang dibuat-buat.

“Mereka (orang tua Ali) mungkin membuat tulisan di kulitnya, seperti dengan lada dan garam atau obat-obatan yang dapat menyebabkan peradangan pada kulit dan meninggalkan bekas merah dalam bentuk huruf Arab," ujar dokter lokal, Ludmila Luss, demikian dilansir Pravda, Rabu (21/10/2009).

Ludmilla menambahkan, orang tua mungkin juga tidak butuh menggunakan obat-obatan sebab sang anak telah menderita penyakit kulit yang dikenal dengan 'skin writting'. Penyakit ini ada pada setiap 5% dari populasi negeri. Jika menderita penyakit ini, seseorang dapat menulis apa saja di kulitnya seperti halnya pada sebuah kue.

"Beberapa orang menderita penyakit lambung dan memiliki permasalahan kulit yang sensitif. Jika anda menggambar sesuatu pada kulitnya menggunakan tongkat kecil sebagai contoh, hasil tulisan akan tampak setelahnya," kata Ludmilla.

Akan tetapi tidak sedikit pula tim medis yang tidak meragukan kemisteriusan itu. Seperti dilansir Daily Contributor, Rabu (21/10/2009) para ahli medis setempat meyakini tulisan tersebut adalah asli dan bukan buatan tangan seseorang.

Pihak medis menyatakan tidak dapat menjelaskan kemisteriusan tersebut. Akan tetapi mereka meyakinkan, tulisan tersebut murni bukan hasil tulisan dari seseorang pada kulit sang anak. Madina Yakubova, ibu si bayi, mengaku ia dan suaminya sebenarnya bukanlah pasangan yang agamis.

Saat ini, Ali telah menjadi perhatian warga muslim di daerahnya, Dagestan yang juga dekat dengan wilayah perang Chechnya, Rusia Selatan. Ulama menyatakan kemunculan tulisan ayat Alquran itu sebagai sebuah peringatan dari Allah.
(amd/iy) sumber: www.detiknews.com
Selengkapnya...

Penyumbat saluran rezeki

Allah SWT menciptakan semua makhluk telah sempurna dengan pembagian rezekinya. Tidak ada satu pun yang akan ditelantarkan- Nya, termasuk kita.
Karena itu, rezeki kita yang sudah Allah jamin pemenuhannya. Yang dibutuhkan adalah mau atau tidak kita mencarinya.
Yang lebih tinggi lagi benar atau tidak cara mendapatkannya.
Rezeki di sini tentu bukan sekadar uang. Ilmu, kesehatan, ketenteraman jiwa, pasangan hidup, keturunan, nama baik, persaudaraan, ketaatan termasuk pula rezeki, bahkan lebih tinggi nilainya dibanding uang.
Walau demikian, ada banyak orang yang dipusingkan dengan masalah pembagian rezeki ini.
“Kok rezeki saya seret banget, pdhal sudah mati-matian mencarinya?” “Mengapa ya saya gagal terus dalam bisnis?” “Mengapa hati saya tidak pernah tenang?”
Ada banyak penyebab, mungkin cara mencarinya yang kurang profesional, kurang serius mengusahakannya, atau ada kondisi yang menyebabkan Allah Azza wa Jalla “menahan” rezeki yang bersangkutan.
Poin terakhir inilah yang akan kita bahas. Mengapa aliran rezeki kita tersumbat? Apa saja penyebabnya?
Saudaraku, Allah adalah Dzat Pembagi Rezeki. Tidak ada setetes pun air yang masuk ke mulut kita kecuali atas izin-Nya.
Karena itu, jika Allah SWT sampai menahan rezeki kita, pasti ada prosedur yang salah yang kita lakukan.
Setidaknya ada 5 hal yang menghalangi aliran rezeki :
Pertama, lepasnya ketawakalan dari hati.
Dengan kata lain, kita berharap dan menggantungkan diri kepada selain Allah. Kita berusaha, namun usaha yang kita lakukan tidak dikaitkan kepada-Nya.
Padahal Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. Ketika seorang hamba berprasangka buruk kepada Allah, maka keburukan-lah yang akan ia terima.
Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Demikian janji Allah dalam QS Ath Thalaaq [63] ayat 3.
Kedua, dosa dan maksiat yang kita lakukan.
Dosa adalah penghalang datangnya rezeki. Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad).
Saudaraku, bila dosa menyumbat aliran rezeki, maka tobat akan membukanya.
Andai kita simak, doa minta hujan isinya adalah permintaan tobat, doa Nabi Yunus saat berada dalam perut ikan adalah permintaan tobat, demikian pula doa memohon anak dan Lailatul Qadar adalah tobat.
Karena itu, bila rezeki terasa seret, perbanyaklah tobat, dengan hati, ucapan dan perbuatan kita.
Ketiga, maksiat saat mencari nafkah.
Apakah pekerjaan kita dihalalkan agama?
Jika memang halal, apakah benar dalam mencari dan menjalaninya?
Tanyakan selalu hal ini.
Kecurangan dalam mencari nafkah, entah itu korupsi (waktu, uang), memanipulasi timbangan, praktik mark up, dsb akan membaut rezeki kita tidak berkah. Mungkin uang kita dapat, namun berkah dari uang tersebut telah hilang.
Apa ciri rezeki yang tidak berkah? Mudah menguap untuk hal sia-sia, tidak membawa ketenangan, sulit dipakai untuk taat kepada Allah serta membawa penyakit. Bila kita terlanjur melakukannya, segera bertobat dan kembalikan harta tersebut kepada yang berhak menerimanya.
Keempat, pekerjaan yang melalaikan kita dari mengingat Allah.
Bertanyalah, apakah aktivitas kita selama ini membuat hubungan kita dengan Allah makin menjauh?
Terlalu sibuk bekerja sehingga lupa shalat (atau minimal jadi telat), lupa membaca Alquran, lupa mendidik keluarga, adalah sinyal-sinyal pekerjaan kita tidak berkah. Jika sudah demikian, jangan heran bila rezeki kita akan tersumbat.
Idealnya, semua pekerjaan harus membuat kita semakin dekat dengan Allah. sibuk boleh, namun jangan sampai hak-hak Allah kita abaikan.
Saudaraku, bencana sesungguhnya bukanlah bencana alam yang menimpa orang lain. Bencana sesungguhnya adalah saat kita semakin jauh dari Allah.
Kelima, enggan bersedekah.
Siapapun yang pelit, niscaya hidupnya akan sempit, rezekinya mampet.
Sebaliknya, sedekah adalah penolak bala, penyubur kebaikan serta pelipat ganda rezeki.
Sedekah bagaikan sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji.
Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat (QS Al Baqarah [2]: 261).
Tidakkah kita tertarik dengan janji Allah ini ?
Maka pastikan, tiada hari tanpa sedekah, tiada hari tanpa kebaikan. Insya Allah, Allah SWT akan membukakan pintu-pintu rezeki-Nya untuk kita.
Amin.
Selengkapnya...

Kabut Asap











Kabuut asap sudah menjadi langganan tiap tahun di kotaku...
Dua hari lalu, bandara sempat ditutup karna terbatasnya jarak pandang. Kemarin sudah mulai membaik.. Tadi malam, hujan deras banget, aku berharap pagi harinya bisa menghirup udara segar. Tapi apa yang terjadi tidak seperti yang kukira,,, kabut semakin tebal... dan aku yang biasanya mengendarai motor, akhirnya dipaksa mengendarai mobil orang tua, karna Ibuku khawatir tebalnya asap.. *merusak paru-paru*
Menjelang ke kantor, kusempatkan mengambil foto-foto diatas. Lalu lintas macet, karna tidak hanya kabut, hujan deras tak kunjung berhenti, dan pak polisi tak jaga di jalan,,, :(

Semoga, kejadian ini idak terulang lagi,, jangan lagi menjadi langganan kita...
Dan yang suka membakar hutan untuk kepentingan sendiri disadarkan Allah, karna dampaknya terhadap banyak makhluk hidup.. tidak cuma manusia...

Selengkapnya...