Adakah anggota tubuh manusia yang memakai nama terambil dari akar kata salah satu Asmâ al-Husnâ (nama-nama yang terbaik Allah)? Mari kita berpikir sejenak! Apa jawabannya? Bukankah jawabannya adalah Rahim? Yah, satu-satunya anggota tubuh manusia yang memakai nama-Nya, hanya rahim, dan ini ada hanya pada perempuan. Allah sendiri, dalam sebuah hadis Qudsi, menegaskan hal itu, "Aku adalah Ar-Rahmân, Aku menciptakan rahim, Ku-ambilkan untuknya nama yang berakar dari nama-Ku. Siapa yang menyambungkannya (silaturahmin) akan Ku-sambungkan (rahmat-Ku) untuknya dan siapa yang memutuskannya Kuputuskan (rahmat-Ku baginya." (HR. Abu Daud & At-Tirmidzi)
Tentu saja, penamaan ini, bukan kebetulan. Melainkan sebuah password (kata kunci) yang Allah Swt. berikan kepada kita agar kita bisa mengungkap misteri di balik penamaan tersebut. Supaya mutiara hikmahnya terkuak, maka mari kita selami makna kata "rahim" tersebut secara bahasa!
Kata "rahim" berasal dari bahasa Arab. Kata ini diambil dari akar katanya, yaitu rahmat. Dan Quraish Shihab dalam bukunya; "Menyingkap Tabir Ilahi" (Lentera Hati, 2001), mengatakan bahwa menurut ahli bahasa Arab Ibnu Faris (wafat 395 H) semua kata yang terdiri dari huruf-huruf Râ, Hâ, dan Mîm, mengandung makna "kelemahlembutan, kasih sayang, dan kehalusan."
Dalam Al-Quran, kata yang berasal dari tiga huruf itu disebutkan sebanyak 177 kali, kata Ar-Rahmân terulang 57 kali, kata Ar-Rahîm sebanyak 97 kali, dan sisanya dalam bentuk kata kerja. Sedangkan penggunaan kata rahim dengan makna tempat penciptaan manusia; kandungan, terulang sebanyak 7 kali.
Dari tinjauan secara bahasa tersebut, kata rahim mengandung filosofis dan hikmah yang harus kita renungkan bersama. Dalam hadis Qudsi di atas, ketika Allah Swt. memberitahu kita bahwa Dia menciptakan rahim dan penamaannya diambil dari nama-Nya, maka ini menegaskan kepada kita bahwa Allah Swt. sebagai Khâliq (Pencipta) dan keberadaan kita adalah bukti dari rahmân dan rahîm Allah Swt.
Tanpa rahmat-Nya, maka kita tidak pernah ada. Betapa tidak, coba kita bayangkan, kita bermula dari air yang kita anggap hina; dari setetes mani (sperma) yang dipancarkan dalam rahim untuk membuahi sel telur (ovum). Dari pembuahan ini, jadilah nuthfah (zigota). Kemudian, nuthfah yang bercampur itu menjadi dua sel, lalu dua sel itu membelah menjadi empat. Empat sel itu, terus membelah dan berkembang, jadilah 'alaqah (segumpal darah; implantasi), lalu menjadi mudhghah (segumpal daging; embrio). Lalu, mudhghah itu menjadi segumpal tulang, akhirnya tulang-belulang itu dibungkus daging, maka jadilah janin yang sempurna anggota tubuhnya. Pernahkah kita memikirkan, bagaimana bisa terjadi dari satu sel yang sama bisa menjadi sesuatu yang berbeda, ada yang jadi otak, kepala, tangan, kaki, dan seluruh anggota badan? Apakah pembelahan dan perkembangan sel-sel itu terjadi dengan sendirinya? Tentu saja, pertanyaan ini akan terjawab, bila kita memahami makna hadis qudsi di atas, yaitu Allahlah yang menciptakan semua itu.
Yang lebih menarik lagi adalah bagaimana Al-Quran dan Al-Hadis Nabi bisa berbicara tentang sesuatu yang terjadi dalam rahim, padahal ilmu kedokteran, terutama ilmu kandungan, lahir setelah 14 abad kemudian? Suatu hal yang mustahil, jika Muhammad Saw. bukan seorang nabi, bisa menjelaskan kejadian di alam rahim. Selain beliau ummi (buta huruf), juga waktu itu belum ditemukan peralatan untuk melihat proses kejadian manusia dalam rahim. Subhanallâh, inilah bukti bahwa Muhammad Saw. adalah seorang nabi dan rasul, serta ajaran yang beliau sampaikan benar-benar dari Allah rabbul 'âlamîn.
Lantas, seperti apakah penjelasan Allah dan rasul-Nya itu? Dalam Al-Quran, Allah Swt. memaparkan kejadian kita dimulai dari suatu masa yang belum dapat disebut. Fase ini, dalam ilmu psikologi, dikenal dengan istilah masa konsepsi. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut. (QS. Al-Insân [76]:1)
Mengapa masa ini disebut "belum merupakan sesuatu yang dapat disebut"? Wallâhu a'lâm. Ada dua kemungkinan untuk menjawab hal ini. Pertama, pada masa ini, kita masih berupa pembelahan sel. Sebab, hingga akhir minggu keempat, kita belum dapat mengenal anggota tubuh tertentu. Penjelasan kedua, sebab pada fase ini rûh belum ditiupkan oleh Allah Swt. dalam tubuh kita. Sedangkan yang disebut manusia adalah perpaduan dari jasad dan ruhani.
Secara gamblang dan runtut, Allah Swt. memaparkan proses kejadian kita. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik (QS. Al-Mu'minûn [23]:12-14).
Adapun dalam hadis, nabi Muhammad Saw. bersabda, "Sesungguhnya setiap orang diantara kalian penciptaannya dikumpulkan dalam perut ibunya selama empat puluh hari sebagai nuthfah. Kemudian menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging, lantas malaikat dikirim untuk menghembuskan ruh padanya. Dan malaikat diperintah untuk menuliskan tentang rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya." (HR. Bukhari)
Itulah proses kejadian kita secara jasadiyah. Untuk lebih lengkap dan detailnya, sebaiknya Anda baca langsung dari buku-buku kedokteran atau buku yang secara khusus membahasnya. Sebab, terlalu panjang, dan kurang relevan kita bicarakan dalam buku ini. Sekarang yang patut kita renungkan, yaitu tentang sperma.
Satu tetes sperma mengandung sekitar dua juta sel sperma, dan yang dibutuhkan untuk membuahi sel telur hanya satu sel sperma. Jadi, tidak semua sperma membuahi sel telur. Hal ini ditegaskan oleh baginda nabi, "Tidak setiap mani (sperma) itu menjadi anak." (HR. Muslim) Lalu, apakah penciptaan jutaan sel sperma itu sesuatu yang sia-sia? Tentu saja tidak, sebab tidak ada yang sia-sia bagi perbuatan Allah Swt. (QS. Ali Imran [3]:191). Ini Allah Swt. lakukan, agar kita mengambil hikmah dari proses penciptaan kita. Lantas, apa hikmahnya?
Kalau sel sperma itu berjumlah dua juta dan hanya satu yang bisa membuahi sel telur, berarti terjadi kompetisi diantara mereka, maka sel yang bisa bertemu dengan sel telur itu adalah sel sperma yang terbaik.. Sperma pilihan. Ini sel sperma yang mendapatkan kasih sayang dari Allah Swt. Di alam rahim ini terjadi penyeleksian bibit yang terbaik. Maka siapapun yang terlahir di muka bumi punya peluang untuk menjadi yang terbaik, sebab di alam rahim telah memiliki prestasi menjadi Sperma Terbaik.
Setelah bentuk kita sempurna, maka Allah meniupkan ruh, dalam jasad kita. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur (QS. Al-Sajdah [32]:9). Selanjutnya, mengadakan perjanjian diantara kita dengan-Nya. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu". Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan) (QS. Al'A'râf [7]:172).
Dalam perjanjian itu, seolah-olah, kita berjanji untuk tidak melupakan kasih sayang Allah Swt. setelah nanti kita lahir di muka bumi ini. Selama di alam rahim ini, kita telah mendapatkan begitu banyak kasih sayang-Nya, maka jangan sampai hal itu kita lupakan. Tanpa kasih sayang-Nya, maka mana mungkin nuthfah (sperma) itu bisa berubah menjadi manusia. Sebab, pada akhir fase mudhgah, malaikat yang mengurus proses penciptaan kita, akan bertanya kepada Allah Swt., apakah proses dilanjutkan atau tidak. Allahlah yang memutuskan, apakah tidak terjadi tercipta. Hal ini yang diungkapkan oleh rasulullah Saw. dalam hadis, "Jika nuthfah berada dalam rahim, malaikat berkata: "Wahai Allah, apakah ini diciptakan atau tidak?" Jika Allah berfirman tidak diciptakan, maka rahim itu akan mengeluarkannya (dalam bentuk darah)." (HR. Ibnu Abu Hatim)
Di alam ruh ini, kita juga merasakan kasih sayang dari seorang ibu. Sehingga ibu kita selama kurang lebih sembilan bulan sepuluh hari sangat begitu hati-hati memilih apa yang beliau makan, minum, dan yang beliau lakukan. Jadi, kita mendapatkan curahan kasih sayang dari Allah Swt. dan ibu secara sekaligus. Maka wajar saja jika tempat kita bersemanyam pertama kali ini disebut rahim, sebab di tempat ini kita mendapatkan kasih sayang penuh.
Selengkapnya...
ALAM RAHIM
Tuhan, ijinkan aku jadi pelacur, sebuah novel (part 2)
sebenarnya, telah lama saya rampung membaca novel itu. Jika ada yang bertanya kenapa saya mau membeli dan membaca novel itu, jawabannya adalah karna saya bertanya dalam hati, kenapa sang pelaku begitu angkuh memohon ijin menjadi pelacur kepada Tuhan, sementara dia adalah seorang aktivis islam, seorang muslimah yang katanya kaffah.
Setelah membaca novel ini, kutemukan bahwa Nidah Kirani tidak pantas dikatakan sebagai muslimah kaffah, karna tidak ada seorang muslimah kaffah yang menyikapi hidup begitu rapuh, hanya karna kekecewaan terhadap figur-figur yang ia dambakan. Islam tidak berkiblat pada figur, islam berkiblat pada AL-QUR'AN dan hadits. Lalu, jika sang Nidah telah melaknat Tuhan karna kekecewaannya, ia telah salah kaprah.
Novel ini sangat rentan bagi kita yang rapuh, yang masih labil. Begitu kental jiwa pemberontak sang Nidah, dan ini bukan merupakan sikap seorang muslimah kaffah.
Nidah telah salah kaprah, jika memang ingin menjalankan syariat Islam secara benar, bukan pada figur, tapi pada ajaran itu sendiri. So, jika ingin menjalankan ISLAM secara kaffah, kembalilah pada ALQURAN dan hadis. jangan salah kaprah.
Selengkapnya...
Syair Abu Nawas..
Ya Tuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga-Mu
Namun, aku tidak kuat dengan panasnya api neraka
Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar
Dosaku seperti jumlah pasir
Maka terimalah pengakuan taubatku Wahai Pemilik Keagungan
Dan umurku berkurang setiap hari
Dan dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya
Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu
Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu
Seandainya Engkau mengampuni
Memang Engkaulah Pemilik Ampunan
Dan seandainya Engkau menolak taubatku
Kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain hanya kepada-MU
Selengkapnya...
KEANGKUHANKU...
Timpakan semua salah pada diriku. Timpakan segala hina, segala caci dan maki. Ya, akulah perempuan penuh dosa. Ya, penuh dosa. Aku tak ingin menyalahkan siapa-siapa, karna bukan karna siapa-siapa, semua adalah salahku, semua adalah kebodohanku, keangkuhanku, dan inilah ‘prize’ yang pantas untuk semua itu. Asa tentang kedamaian semakin buram, aku sendiri yang merenggutnya dari diriku, aku sendiri yang membuatnya pergi dari semua sisi hidupku.
Belas kasihNYA yang pernah kupertanyakan, keadilanNYA yang pernah kusangsikan adalah keangkuhanku. Merasa diri telah berbuat banyak sementara tidak melihat pada apa yang telah DIA beri kepadaku. Huh, sombong kali hidupku. Sekarang, saat keterpurukan kian menderu, kesakitan semakin terasa, kesombongan apalagi yang bisa kubanggakan, dan aku bertekuk lutut di hadapNYA,, aku kembali padaNYA untuk mengharap sayangNYA. Dan DIA menjawab tanyaku, dengan alamnya ia beri apa yang kuminta. YA ALLAH… aku kembali hanya untuk meminta. Mengapa aku hanya mengingatMU di saat sulit? Dan ENGKAU selalu tunjukkan kasihMU.
Saat aku menjauh dariMU, saat aku mulai melupakanMU, ENGKAU selalu hadir dan memberi banyak kenikmatan yang tak terhingga. Masih sudikah ENGKAU menerima pintaku? Masih pantaskah aku mengharap ridloMU? aku takkan menuntutMU, karma semua adalah salahku. Tapi kemana lagi aku harus meminta selain padaMU?
Karna kepantasan itu, akan kujalani semua ini dengan sisa kekuatan yang ada. Akan kuhadapi semua dengan puing kedamaian yang telah aku hancurkan sendiri. Aku yakin, ENGKAU tak pernah menjauhiku, selain aku sendiri yang menjauhiMU.
Malam ini, aku bersujud, aku malu untuk meminta, air matapun tak lagi terbendung, pecah. Ya, aku tak pantas meminta, aku memohon ampunanMU, aku rasakan seluruh alam melihatku sebelah mata, menertawaiku. Aku hanya bisa tertunduk. Aku pantas menerima semua ini. Ya, aku pantas menerima semua ini. Aku sangat merindukanMU… sangat merindukanMU… jika aku masih pantas merindu,,,,
Ilaahi, lastu lilfirdausi ahla..
Walaa Aqwa 'alan naaril jahimi..
Fahabli taubatan waghfir dzunubi...
Fainnaka ghofirudz dzanbil 'a zhimi..
Dzunubi mitslu a'dadir rimali..
Wa habli taubatan ya dzl jalaali..
Wain taghfir wa anta li dzka ahlun..
Wain tatrud fa man narju siwaka..
Wa umri naqisun fi kulli yaumin..
wa dznbi zaidun kaifah timaali..
Ilahi 'abdukal 'ashi ataaka..
Muqirronbi dzunubi waqod da'aaka..
Fain taghfir, fa anta lidzaka ahlun..
Fain tatrud, faman narju siwaaakaa....
Selengkapnya...
nasehat seorang sahabat..
Saat sangat downn, saat merasa paling bodoh, merasa paling hina, merasa tak berguna, seorang sahabat mengirimkan kata yang menggugah hati,, but really meaningful for me,..
I'm proud of you. Aku sempat melupakanmu, aku pernah meninggalkanmu, tapi kau benar-benar ada,,, benar-benar ada... you make me strong. Maafkan aku...
"kenapa pada saat kita tidak bisa lakukan sesuatu ato berbuat sesuatu dengan benar ato melakukan hal yang salah kita jadi merasa gagal,buruk?
hargai dirimu sendiri sebagai manusia... kamu bukan malaikat, jangan sok suci dan lantas rapuh karna melakukan dosa
kamu juga bukan nabi, jangan sok patuh dan lantas menjadi merasa durhaka saat melakukan salah"
So wise... I miss you...
Selengkapnya...
Tahun Lahir hijriyah dan kepribadian..
Kita seringkali lupa tanggal lahir pada tahun hijriyah, karna kita hanya mengingat tanggal lahir kita dalam hitungan tahun masehi. Jika anda telah mengetahui tanggal lahir anda, coba lihat sifat anda berikut ini, jika anda belum mengetahui, silahkan klik link ini... dan temukan tanggal lahir hijriahmu... (ini cuma iseng ya... semua adalah kehendakNYA dan tidak terlepas dari usaha kita... )
MUHARRAM
Bersifat pendiam, sihat fikirannya. Mungkin akan menjadi bodoh jika tidak mendapat didikan yang sempurna, walaupun begitu, jika dididik dengan baik, dia boleh menjadi cerdik kerana bakat fikiran yang pintar cerdas ada padanya. Dia mempunyai keinginan yang baik dan selalu berada dalam selamat.
SAFAR
Tabiatnya buruk. Dia tidak suka mengakui kesalahannya. lbubapanya perlu mendidiknya bagi menghilangkan tabiat buruk itu, jika tidak, kehidupannya akan menjadi susah di kemudian hari. Walaupun begitu, sekiranya dia melakukan sesuatu untuk kepentingan dirinya, selalunya ianya akan mendatangkan hasil.
RABIULAWAL
Perwatakannya baik. Mungkin dia akan mendapat pangkat besar, menjadi orang berpengaruh atau kaya tanpa diduga. Dalam pekerjaan ramai yang suka. Sifat negatif dirinya termasuklah kurang sabar, hatinya keras dan mudah marah.
RABIULAKHIR
Perwatakannya jahat. Hatinya tidak tetap. Fikiran dan kemahuannya lemah, buruk nafsunya, kasar wataknya, mudah mengangkat tangannya. Kehidupannya menjadi sukar kerana tabiat buruknya itu. Ibubapa menempuh kesukaran dalam mendidiknya.
JAMADIL AWAL
Dia mempunyai tingkat keyakinan yang tinggi. Dia berani dan nekad, kadangkala melakukan sesuatu yang bodoh atau bahaya. Walaupun begitu, keberanian dan tekadnya itu akan menunjukkan hasil usahanya, yang menemui kegagalan juga.
JAMADIL AKHIR
Wataknya berani, dia hormatkan orang lain. Berbagai kepandaian ada padanya. Apabila dia tahu bahawa dia salah atau keliru maka dia mudah mengakuinya, tapi bila dia tahu dia benar, pendiriannnya keras dan tidak mahu mengalah. Semasa kecilnya, ibubapanya perlu mendidiknya dengan baik agar terserlah sifat-sifatnya yang baik itu, kerana jika betul didikannya, masa dewasa ia akan menyenangkan kedua orang tuanya.
REJAB
Semasa kecilnya dia degil dan nakal. lbu bapanya patut mendidiknya dengan baik agar dia dapat menerapkan nilai-nilai yang baik. Ketika sudah dewasa, dia suka bersikap merendah diri dan bersikap tidak tahu menahu. Ini agak berlainan dari sikapnya semasa kecil. Walaubagaimanapun hidupnya selamat dan sentosa.
SYA'ABAN
Perwatakannya baik. Hidupnya selamat dan rezekinya tidak putus-putus. Sewaktu kecilnya dia mudah mengalah semasa bermain dengan kawan-kawan. Kelakuannya baik, berbudi bahasa hingga semua orang sayang padanya. Masa dewasanya dia akan berjaya dalam segala kerjayanya danmudah mendapat rezeki.
RAMADHAN
Dia baik, pendiam, suka merendah diri. Dia tidak angkuh kepada teman yang dikenalinya. Dia tidak suka menonjolkan diriya. Kehidupannya selalu selamat.
SYAWAL
Perwatakannya keras. Hatinya keras. Dia tidak suka dikalahkan oleh orang lain. Hal ini membahayakan hidupnya, oleh itu ibu bapanya perlulah mendidiknya dengan betul bagi menghilangkan tabiat buruknya itu. Jika tidak kehidupannya menjadi susah kerana perangai keras hatinya, dan dia selalu bergaduh terutamanya dalam hal mencari rezeki.
ZULKAEDAH
Perwatakannya pendiam. Banyak perkara baik pada dirinya berubah menjadi buruk. Dia banyak berfikir, kerana sifat ini, satu hari nanti dia akan mendapat hasil yang baik dalam kehidupannya. Tetapi oleh kerana banyak berfikir, perbuatannya kadang kala menjadi keliru. Dia seharusnya bertindak tanpa terlalu banyak berfikir untuk mendapat hasil yang yang memuaskan.
ZULHIJJAH
Jika dia jahat dia terlalu jahat, jika baik terlalu baik pula. Dia sering mendapat padah dari perbuatannya sendiri. Dia sukar mengawal perasaannya, kadangkala terlalu berlebih-lebihan atau sebaliknya. 0leh kerana dia tidak dapat memberikan garis pemisah, dia sukar mempertimbangkan baik buruk perbuatannya. Dia seringkali menyesal kerana kurang hati-hati dan kurang pertimbangan.
Selengkapnya...
Harimau Jambi Mangsa 6 Warga dalam Sebulan
JAMBI, SELASA — Setidaknya sudah enam orang tewas diterkam harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dalam sebulan terakhir di Desa Sungai Gelam, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Dinas Kehutanan diminta segera mengantisipasi perambahan dan pembalakan liar di dalam hutan negara yang merupakan habitat harimau.
”Jika persoalan ini tidak segera diatasi, korban yang tewas dimangsa harimau bisa terus bertambah. Bukan kesalahan harimau, tetapi ini lebih sebagai ulah manusia mengusik habitat satwa liar tersebut,” ujar Didy Wurjanto, Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Jambi, Senin (23/2).
Minggu malam lalu, korban bertambah satu. Pembalak liar kayu, Khoiri (20), warga Lampung, tewas dimangsa harimau saat menyusun kayu-kayu curian dalam kawasan eks hak pengelolaan hutan Rimba Karya Indah di Desa Sungai Gelam, perbatasan Jambi dan Sumatera Selatan.
Dari studi jejak harimau yang diduga sebagai pemangsa, harimau itu berjenis kelamin jantan.
sumber: http://regional.kompas.com/read/xml/2009/02/24/0746134/Harimau.Jambi.Mangsa.6.Warga.dalam.Sebulan
Selengkapnya...
Cari: Asteroid Sepanjang 50 Km Dekati Bumi

Sebuah asteroid sepanjang 50 km mendekati bumi pada hari ini, Senin (9/3/2009). Posisi asteroid tersebut lebih dekat daripada jarak bulan ke bumi.
ADVERTISEMENT
"Jaraknya kurang dari 74.000 km, 2 kali dari jarak satelit geo stasioner," kata Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika LAPAN Thomas Djamaluddin kepada detikcom, Senin (9/3/2009).
Namun Thomas meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Asteroid tersebut masih berada dalam jarak aman.
"Melintas saja karena dekat, setelah itu menjauh lagi. Kemungkinan tidak akan bertubrukan dalam waktu seabad lagi," jelasnya.
Peristiwa tubrukan asteroid, kata Thomas, sebelumnya pernah terjadi 65 juta tahun yang lalu. Pada saat itu, tumbukan terjadi di Semenanjung Yukatan, Meksiko, yang diduga menjadi penyebab musnahnya dinosaurus dari muka bumi.
"Yang kedua seabad lalu, ada pecahan komet ENCKE yang jatuh di Siberia. Hal ini menyebabkan lubang sebesar Jawa Barat," tambahnya.
Untuk asteroid kali ini, Thomas mengaku tidak terlalu khawatir. Seandainya jatuh ke bumi pun dampaknya tidak akan terlalu besar.
"Kemungkinan hanya mengganggu jaringan satelit di bumi saja," pungkasnya.
sumber: http://id.news.yahoo.com/dtik/20090309/tid-asteroid-sepanjang-50-km-dekati-bumi-b1ae096.html
Selengkapnya...
